Rejosari untuk Indonesia

RT Ramah Anak Adalah sebuah program pengabdian masyarakat yang diusung Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia dimana bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia serta RumahHebat Indonesia dalam GEMAPERAK (Gerakan Mahasiswa Peduli Orang Tua dan Anak).

Melalui proses yang tidak sebentar, saat ini kami sedang memperjuangkan khittah sebagai pemuda dalam langkah nyata untuk masyarakat. Memperjuangkan sebuah keilmuan yang ditakdirkan hidup untuk menghidupi, yaitu Psikologi. Membuktikan bahwa kami tidak hanya sekadar menuntut perubahan, tapi menjadi lakon dan bergabung dalam perubahan tersebut.

Perjalanan panjang dari tahun 2011, akhirnya mengalami titik terang. Bermula dari sebuah seminar nasional bertema kesehatan mental anak di Surakarta. Menyadari tentang pentingnya anak demi masa depan Negeri ini. Menggugah hati kami untuk tidak hanya sekedar menjadi penonton dan terbuai pada fenomena sosial yang dialami oleh anak-anak Indonesia di era globalisasi sekarang.

Ya, Bersedih dan berempati saja tidak cukup. Perlu sebuah tindakan, dimana tidak hanya dilakukan oleh perseorangan. Namun bersama-sama dan serentak seluruh Indonesia.Berdasarkan pemikiran dan semangat itu, maka muncullah GEMAPERAK (GerakanMahasiswa Peduli Orang Tua dan Anak) yang menjadi salah satu cara untuk mewujudkan mimpi kami bersama, Indonesia Tersenyum.

Berbekal keyakinan atas landasan gerakan yang telah diinisiasi. Kami pun melakukan tahapan demi tahapan hingga tahun 2013. Menularkan semangat dengan berbagai cara, seperti yang dilakukan oleh teman-teman ILMPI Wil II dengan seminar-seminar tema ke-parentingan. Bakti Sosial yang juga akan dilaksanakan oleh rekan ILMPI Wil III dimana mengumpulkan buku bacaan terkait anak dan orang tua untuk pendirian Taman Bacaan Masyarakat, workshop parenting dan lomba keluarga masyarakat Rejosari.

Begitu pula, merangkul semua pihak padadiskusi atau audiensi untuk bergerak bersama dalam GEMAPERAK. Kami mendapatkan begitu banyak masukan serta ranahan konsep program dengan berdiskusi kepada beberapa stakeholder yang memiliki kepentingan terhadap anak Indonesia. Diskusi tersebut bermula dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di tahun 2011, dilanjutkan dengan Komisi Perlidungan Anak Indonesia,Komnas Anak dan Kementerian Sosial pada tahun selanjutnya hingga sekarang.

Tanggal 16 Maret 2013 lalu, Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia kembali menggaungkan GEMAPERAK dengan Seminar Nasional yang bertajuk “Save Our Children for Saving Indonesia” dengan dihadiri oleh semua yang berkepentingan dalam dunia anak Indonesia. Namun, kali ini lebih dahsyat.Karena bersamaan dengan kegiatan besar rutinnya ILMPI (Musyawarah Nasional)sehingga dapat dihadiri oleh 127 perwakilan mahasiswa Psikologi dari seluruhIndonesia.

Perbincangan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan danPerlindungan Anak memunculkan gagasan program Community Development. Misinya memang se-Indonesia, namunpelaksanaanya tidak serta merta dilakukan secara me-Nasional. Perlu adanya langkah-langkah yang berawal dari kecil hingga kemudian menjadi besar dan manfaatnya benar-benar terasa di masyarakat.

Bermula dari satu RT, program community development nantinya tidak hanya diperuntukkan kepada anak-anak saja,tetapi kepada orang tua dan remaja. Artinya, ketika berbicara terkait anak maka tidak bisa lepas dari segala unsur yang ada di masyarakat. Maka dari itu,diperlukan kolaborasi program dimana memiliki keterkaitan satu dengan lainnya.

Kolaborasi program yang telah disebutkan sebelumnya tadi akan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan atau pelatihan atau sosialisasi atau kegiatan tindakan langsung ke masyarakat,salah satu contohnya ialah Program Parentingke Masyarakat yang dilakukan secara konsisten. Ingat, Konsisten dan Berkala.

Tentunya kami tidak berjalan sendirian, tetapi bersama dengan Pemerintah daerah setempat dan seluruh elemen masyarakat. Runtutan detailnya begini, pada tahun ini (2013) akan dilakukan Assassment awal terlebih dahulu. Pengukuran tersebut akan menjawab permasalahan serta kebutuhan dari masyarakat. Berdasarkan hasil, kami dapat menyusun program-program yang bersinergi dengan Pemerintah Daerah setempat. Ketika program tersusun maka kami berkesempatan untuk mempresentasikan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Setelah mendapatkan persetujuandari Ibu Menteri, program-program yang disusun akan dimasukkan dalam anggaran dana Pemerintahan daerah setempat untuk tahun 2014. Pada tahun 2014, programdilaksanakan. Dan di akhir tahun 2014 akan dievaluasi dengan konten yang sama secara kuantitatif dan kualitatif sehingga dapat terlihat apakah terdapat pengaruhatau peningkatan atau perubahan dari sebelum maupun setelah diberikan program.

Jika terjadi perubahan baik dan masyarakat merasakan manfaatnya maka hasil program yang telah dijalankan akan dipublish dalam tingkatan Nasional dan menjadi contoh wilayah yang lain. Sehingga pada tahun-tahun selanjutnya, wilayah-wilayah lain yang sudah siap secara program dan sumber daya manusia dapat melakukan hal yang sama.

Yap, begitulah kira-kira prosesnya. Panjang ya. Tak apa, mimpi besarharus diperjuangkan dengan cara yang tidak biasa, bukan? InsyaAllah jika semua teramanahkan dengan baik maka program ini akan memberikan manfaat yangbenar-benar nyata di masyarakat. Lalu, Mengapa Rejosari?? Rejosari adalah daerah yang ditakdirkan untuk bertemu dengan kami.Hehe, memang seperti sedikit melankoli, tapi begitulah faktanya.

Bukan untuk meng-unggulkan rejosari dan tidak memberikan kesempatan untuk daerah lain. Karena harapan kami tidak hanya untuk Rejosari tapi Indonesia. Namun, Rejosari memiliki potensi untuk dikembangkan. Melihat kondisi kepadatan rumah yang berdekatan tanpa batas pagar dimana memperlihatkan potensi kerekatan sosial antar warga, keberagaman model masyarakat mulai dari starata sosial hingga tingkat status ekonomi serta penerimaan yang cukup baik terhadap orang lain.

Lagi-lagi, Rejosari ditakdirkan menjadi pengawal dari program nyata Gemaperak. Kami sangat yakin, masih banyak daerah lain di penjuru Negeri iniyang memiliki potensi luar biasa untuk diberdayakan. Kemudian dalam pelaksanaanya, program Community Development atau orang awam biasanya menyebut dengan istilah desa binaan, membutuhkan sebuah tempat untuk menjadi pusat kegiatan yang akan dilakukan secara berkala dan konsisten tersebut.

Mengapa kegiatan itu dipusatkan? Agar lebih mudah dalam merangkul masyarakat dan pengontrolannya.Beruntung, daerah Rejosari juga terdapat sebuah rumah pengembangan masyarakat yang diinisiasi dan diperjuangkan oleh sekelompok mahasiswa dimana memilikikesamaan visi dengan program ILMPI. Rumah tersebut bernama Rumah Hebat Indonesia atau disingkat dengan RHI. Rumah Hebat Indonesia bermaksud membersamai Ikatan Lembaga Mahasiswa PsikologiIndonesia khususnya Wilayah III (Jawa Tengah dan Kalimantan )untuk menggali potensi yang dimiliki oleh masyarakat Rejosari.

Di Rejosari akan ada banyak kolaborasi .. Kolaborasi harapan dan perjuangan .. Di Rejosari pula kami menemukan Mimpi .. Mimpi masyarakat untuk berdaya .. Mimpi masyarakat mencetak generasi dahsyat .. Mimpi masyarakat membangun Indonesia Hebat .. Kedepan, dibutuhkan kontribusi siapapun untuk turut serta berjuang dalam mewujudkan misi dharma bakti ini. Karena kami menyadari. Kami tidak bisa mewujudkan cita mulia ini sendiri.

“Mari kita hebatkan Indonesia..”

“Dimulai dari Rejosari ..”

— Surakarta, 25 April 2013 Anis Diah Ayu Masita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s