BEDAH FILM MOTIVASI : MENGGALI HIKMAH DARI SEBUAH PENYAKIT

IMG_8647“Tuhan saja Ridho dengan kondisi anda yang sekarang, lalu mengapa anda tidak ridho ?” –Roro Dwi Astuti, S.Psi,M.Psi

Kutipan diatas merupakan salah satu inti dari diskusi yang diadakan oleh ILMPI Wilayah 3 saat melaksanakan diskusi dan sharing dengan warga desa banyumanis, Jepara yang menjadi mantan penderita kusta. Diskusi kali ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2015 pada pukul 10.00 WIB. Diskusi yang dihadiri  kurang lebih 40 orang ini melibatkan warga dan pengurus ILMPI Wilayah 3 dan dipandu oleh moderator dari Dosen Universitas Muria Kudus yaitu Ibu Roro Dwi Astuti, S.Psi, M.Psi selain sebagai acara diskusi, acara ini juga merupakan program dari BPPM yaitu pengabdian masyarakat.

Sinopsis Film

Film ini bercerita mengenai Nick Vujicic, seorang motivator asal Brisbane, Australia yang lahir dan hidup tanpa kaki dan tangan. Dengan kekurangannya tersebut, ia pernah depresi dan ingin bunuh diri diusia 8 tahun. Namun jalan hidupnya telah membawa ia menjadi seorang yang selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Nick Vujicic yang sekarang merupakan Motivator handal terkenal didunia.

Jalannya Diskusi

Diskusi yang melibatkan warga desa banyumanis, Jepara ini dimulai dengan sekilas refleksi/perenungan hidup oleh moderator lalu dilanjutkan dengan menonton film. Setelah menonton film, dilanjutkan oleh sharing-sharing mengenai kehidupan warga mulai dari awal terkena kusta, dikucilkan dari pergaulan, dirawat dan akhirnya sembuh hingga ditempatkan didesa tersebut. Warga juga sempat mencertikan pengalaman hidupnya saat mencoba bangkit dari keterpurukan pasca sembuh dari penyakit kustanya. Akan tetapi, mencoba bangkit bukan perkara mudah. Jalan panjang ditempuh oleh para warga, mulai dari mencoba berdagang telur yang berakhir dengan kegagalan karena kuatnya stigma dari masyarakat awam terhadap penderita kusta, lalu merubah haluan menjadi pembuat sapu lidi yang saat ini pun masih berjalan tersendat-sendat. Fakta lain yang ditemukan dilapangan adalah kurangnya pelatihan keterampilan kepada warga baik oleh pemerintah maupun swasta. Akan tetapi dalam 3 tahun terakhir ini, terdapat komunitas peduli Kusta yang tiap tahun datang dan menetap di desa selama 20 hari untuk membantu warga.  Diskusi kali ini juga lebih menekankan kepada warga mengenai pentingnya rasa syukur. Selain itu warga juga diajak berdiskusi mengenai cara bangkit dari kondisinya sekarang.  Diskusi diakhiri dengan foto bersama antara warga, pengurus ILMPI Wilayah 3 dan Moderator.

Ditulis oleh

Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuwan Wilayah 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s