Kunjungan Masyarakat ILMPI Wilayah 3 di Desa Banyumanis

CFqahs6UIAA8n9VILMPI Wilayah 3 mengadakan kunjungan masyarakat ke Desa Banyumanis, Jepara, Jawa tengah (23/5). Acara tersebut berisi tentang penyuluhan bagi penderita penyakit kusta. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Banyumanis, Bapak Prayogo dan Dosen Psikologi Perkembangan Universitas Muria

Kudus, Roro Dwi Astuti, S.Psi., M.Si. Acara tersebut dipandu oleh Endang M. Chasanah. Kemudian diisi dengan sambutan-sambutan oleh Rizkiawan D. A. selaku Koordinator ILMPI Wilayah 3, Okky Febrianto selaku Koordinator BPPM ILMPI Wilayah 3, dan Bapak Prayogo selaku Kepala Desa Banyumanis.

S__5406734  S__5406730  S__5406737

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Bu Roro. Inti dari penyuluhan ini adalah untuk memotivasi warga penderita kusta yang berada di Desa Banyumanis. Berdasarkan sejarahnya, desa tersebut memang sudah menjadi tempat bagi orang-orang penderita Kusta sejak jaman penjajahan Belanda. Berdasarkan hasil bincang-bincang dengan para peserta penyuluhan, banyak yang beralasan pindah ke desa tersebut karena di daerah asal mereka dikucilkan, dijauhi, dan tidak diberi pekerjaan. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Malang, dan Cirebon. Mereka dijauhi oleh keluarganya serta dikucilkan oleh masyarakat sekitar, sehingga banyak dari mereka yang berputus asa dengan penyakit mereka. Berdasarkan tetangga-tetangga dan keluarga mereka, mereka mendapatkan informasi tentang desa tersebut di mana para warganya mayoritas memilki penderitaan yang sama seperti mereka. Mereka membuat permukiman berkelompok. Para warga di sana menyatakan bahwa semangat hidup mereka tumbuh di sana karena persamaaS__5406728n nasib. Mereka menjadi warga yang optimis dalam menjalani hidup. Namun, tak jarang mereka juga merasa pesimis akan penerimaan masyarakat luar dengan kondisi mereka. Di luar desa, mereka masih saja sulit untuk mendapatkan pekerjaan dan terkadang masih dikucilkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, para warga bergabung untuk membuat sebuah usaha, tetapi beberapa usaha yang dirintis oleh para warga seringkali bangkrut. Saat ini, mereka hanya bekerja seadanya, ada yang menjadi tukang parkir, ada juga yang membuka warung kelontong. Kehidupan masyarakat di desa tersebut sama saja dengan desa yang lain, setiap hari Jumat diadakan pengajian ibu-ibu di mushola setempat. Terdapat juga arisan warga setiap hari Rabu bagi ibu-ibu di sana. Anak-anak yang tinggal di sana juga bersekolah seperti biasanya.

Bu Roro, sebagai pemateri, menyajikan video Nick Vujicic sebagai seorang yang tidak memilki lengan dan kaki sedari lahir, tetapi tetap memiliki semangat hidup yang tinggi. Optimisme hidup para peserta penyuluhan pun bangkit kembali. Setelah penayangan video tersebut, Bu Roro juga berbincang-bincang dengan para peserta tentang kelanjutan usaha mereka. Bu Roro menyarankan agar para peserta mengajukan proposal kepada pemerintah setempat untuk dapat menerima bantuan dana untuk merintis sebuah usaha.

apriliafadi_2015-05-24_08-46-01Banyak pelajaran yang dapat para peserta maupun para pengurus ILMPI Wilayah 3 dari kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Aprilia yang termotivasi oleh kisah hidup dan pengalaman yang diceritakan oleh Kakek Ius yang memiliki keterbatasan fisik akibat penyakit yang dideritanya.

Semoga dengan penyuluhan tersebut, masyarakat Desa Banyumanis dapat lebih optimis menjalani hidup dan semoga tidak ada lagi pengucilan oleh masyarakat kepada para penderita penyakit kusta, khusunya di Desa Banyumanis dan sekitarnya.

Psikologi, Bravo !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s