MENGENAL DISSOSIATIF LEBIH DEKAT

dissociation-picRabu, 27 Mei 2015 Himapsi UNS melalui Literature Club mengadakan diskusi dengan tema “Dissociatif Identity Disorder”. Diskusi diadakan di ruang serba guna psikologi UNS dengan menghadirkan dosen psikologi yaitu Arif Tri Setyanto., S.Psi., M.Psi.psi. walaupun mengambil tema yang populer dikenal dengan nama kepribadian ganda ini, pembahasan didalamnya lebih jauh membahas mengenai Dissociative.

Diskusi dimulai pada pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Diskusi dimulai dengan membahas definisi dari gangguan disosiatif, “adanya kehilangan (sebagian atau seluruh) dari integrasi normal (dibawah kendali sadar) meliputi: ingatan masa lalu, peristiwa pribadi bermakna, kesadaran identitas, kepribadian yang terlupakan (sementara maupun memiliki kepribadian baru) dan kontrol terhadap gerak tubuh.

Pada masyarakat prevalensi terjadinya gangguan dissosiatif 1:10.000 kasus dalam populeasi. Gangguan dissosiatif ini juga lebih sering terjadi pada wanita dibanding pada pria. Biasanya gangguan ini terjadi karena distress dan trauma  (karena keceelakaan, pelecehan seksual, pelecehan fisik, kekerasan, perundungan, dll). lalu gangguan ini bisa terjadi pada rentang umur manapun, mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak yang memiliki masa lalu kurang baik. gejala umum pada gangguan disosiatif meliputi hilangnya ingatan (amnesia), gangguan mental, derealisasi, identitas yang buram (hilang), depersonalisasi. Didalam PPDGJ III – DSM IV, gangguan dissosiatif mempunyai kode F44.0-F44.9.

Dissosiatif juga mempunyai beragam jenisnya seperti Dissosiatif Fugue, Depersonalization disorder, dan Dissosiatif Identitiy Disorder.

Dissosiatif Fugue

  • Gangguan dimana individu melupakan informasi personal yang penting dan membentuk identitas baru, juga pindah ke tempat baru
  • Individu tidak hanya mengalami amnesia secara total, namun juga tiba-tiba pindah dari rumah dan pekerjaan, serta membentuk identitas baru
  • Biasanya terjadi setelah seseorang meengalami beberapa stres yang berat (konflik dengan pasangan, kehilangan pekerjaan, penderitaan karena bencana alam)
  • Peristiwa trauma yang dialami membuat individu memunculkan identitas baru yang membuat ia lebih nyaman dengan identitasnya yang sekarang.
  • Identitas baru sering berkaitan dengan nama, rumah, pekerjaan, karakteristik personality yang baru. Di kehidupan baru, individu bisa sukses walaupun tidak mampu untuk mengingat masa lalu.
  • Recovery biasanya lengkap dan individu biasanya tidak ingat apa yang terjadi selama fugue.
  • Contoh : gangguan dissosiatif fugue pernah di filmkan dengan judul Stonehearst Asylum (2014)

Depersonalization disorder

  • Gangguan dimana adanya perubahan dalam persepsi atau pengalaman individu mengenai dirinya
  • Individu merasa “tidak riil” dan merasa asing terhadap diri dan sekelilingnya, dan cukup mengganggu fungsi dirinya.
  • Derelisasi : objek, orang , lingkungan menjadi seperti tidak sesungguhnya, semu, tanpa warna, tidak hidup
  • Merasa bahwa perasaan atau pengalamannya terlepas dari dirinya, jauh, bukan dirinya
  • Memori tidak berubah, tetapi individu kehilangan “sense of self”,
  • Gangguan ini menyebabkan stres dan menimbulkan hambatan dalam berbagai fungsi kehidupan.
  • Penyebabnya adalah stres berat, peristiwa traumatik, konflik masa lalu. Seperti kecelakaan atau situasi yang berbahaya.
  • Coping stress pada diri individu, lingkungan, adversity Question, resiliensi, mempunyai pengaruh penting dalam terjadinya depersonalization disorder ini.

Dissosiatif Identity Disorder (DID)

  • Adanya dua atau lebih kepribadian yang terpisah dan berbeda pada seseorang. Setiap kepribadian memiliki pola perilaku, hubungan, dan memori masing-masing. Dan individu dengan DID menyadari kalau ia berganti-ganti kepribadian.
  • Individu memiliki setidaknya 2 kepribadian yang berbeda (adanya perbedaan dalam keeberadaan, feeling, perilaku) bahkan ada yang bertolak belakang. Kepribadian yang muncul bisa sangat bermacam-macam, mulai dari anak-anak, orang tua, remaja, pemarah, dan lain sebagainya.
  • DID merupakan gangguan neurotik bukan psikotik.
  • Mereka yang memiliki gangguan ini sebeenarnya hanya memiliki satu keepribadian, namun penderita akan merasa kalau ia memiliki bnanyak identitas yang memiliki cara berpikir, tempramen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.
  • Usia dari kepribadian (alter ego) DID menetap walaupun umur biologisnya terus bertambah.
  • DID juga biasanya mengalami halusinasi, namun halusinasi yang terjadi disadari oleh individu dengan DID. Berbeda dengan skizofrenia yang halusinasinya tidak disadari dan objeknya tidak nyata.
  • Penderita DID sangat sulit menemukan real self
  • Penyebab dari DID paling banyak disebabkan oleh trauma pada masa kecil. DID juga merupakan bentuk gangguan disosiatif yang lebih berat daripada yang lainnya.
  • DID Lebih banyak dialami oleh Wanita dibandingkan pria
  • Dalam penyembuhan DID pasti melibatkan farmakoterapi disamping terapi psikologi. Karena individu dengan DID sangat rawan dengan stres, jika tidak dibantu dengan farmakoterapi sangat sulit untuk menyembuhkannya. Namun farmakoterapi tidak dapat seketika menyembuhkan DID.
  • Contoh dari DID ini adalah Sybil (1976) dengan 16 kepribadian dan Billy Milligan dengan 24 kepribadian.

 

Penanganan Gangguan Disosiatif

Penanganan gangguan disosiatif ada banyak jenisnya. Dalam menangani gangguan dissosiatif ini biasa dikaitkaen dengan pengalaman traumatik masa lalu. Oleh karena itu dalam penanganannya dapat menggunakan Terapi Psikoanalisa untuk membuka tabir kehidupan masa lalunya yang menyebabkan trauma atau stresnya. Selain itu terapi Behavioral kognitif juga digunakan untuk menyembuhkan gangguan ini. Farmakoterapi juga sangat dibutuhkan terutama untuk meringankan tingkat depresi dan kecemasannya. Dan langkah terapi yang dapat digunakan ialah Hypnoterapi.

Diolah berdasarkan diskusi literasi klub dan ditambah dengan beberapa sumber tambahan.

Badan Pengembangan dan Pengkajian Keilmuwan ILMPI WILAYAH 3.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s